Jayapura, 11 Juni 2026 – Sebanyak 21 mahasiswa Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) mengikuti kegiatan Studio Proses Perencanaan Tahun 2026 yang dilaksanakan di Kampung Waiya, Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura. Kegiatan ini mengangkat tema “Potensi Pengembangan di Kampung Waiya, Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura” sebagai fokus kajian mahasiswa selama pelaksanaan studio lapangan.
Kegiatan diawali dengan prosesi pelepasan peserta yang berlangsung di Balai Kampung Waiya pada Kamis (11/6). Pelepasan dilakukan oleh dosen pengampu mata kuliah Studio Proses Perencanaan, Musfira, S.T., M.Si., selaku Ketua Program Studi PWK USTJ, bersama Normalia Ode Yanthy, M.T.
Dalam arahannya, Musfira menjelaskan bahwa Studio Proses Perencanaan merupakan salah satu mata kuliah yang dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam memahami kondisi wilayah yang menjadi objek perencanaan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa didorong untuk menghubungkan teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan realitas yang ditemui di lapangan.
Menurutnya, proses perencanaan tidak hanya membutuhkan kemampuan akademik, tetapi juga pemahaman terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan masyarakat. Oleh karena itu, mahasiswa perlu terlibat langsung dalam kegiatan pengumpulan data, observasi lapangan, serta berdialog dengan masyarakat untuk memperoleh gambaran yang utuh mengenai karakteristik wilayah yang dikaji.
Kepala Kampung Waiya, Agustinus Yarisetouw, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kampung Waiya sebagai lokasi pelaksanaan studio. Ia berharap hasil kajian mahasiswa nantinya dapat menjadi bahan masukan yang bermanfaat bagi pemerintah kampung dalam merencanakan pembangunan dan pengembangan wilayah di masa mendatang.
Selama pelaksanaan studio, mahasiswa akan melakukan identifikasi kondisi eksisting kampung melalui survei, pemetaan potensi dan permasalahan wilayah, wawancara dengan masyarakat serta pemangku kepentingan, hingga penyusunan analisis dan rekomendasi pengembangan kawasan. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran berbasis lapangan yang menekankan kemampuan analisis dan pemecahan masalah.
Kampung Waiya dipilih sebagai lokasi studio karena memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan, baik dari aspek sumber daya alam, wilayah pesisir, maupun aktivitas ekonomi masyarakat. Potensi-potensi tersebut dinilai menarik untuk dikaji sebagai dasar penyusunan arahan pengembangan wilayah yang berkelanjutan dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Melalui kegiatan Studio Proses Perencanaan Tahun 2026 ini, mahasiswa diharapkan mampu meningkatkan keterampilan dalam melakukan analisis wilayah, menyusun konsep perencanaan, serta merumuskan rekomendasi yang aplikatif. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi wujud kontribusi akademik Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota USTJ dalam mendukung pembangunan kampung dan pengembangan wilayah di Kabupaten Jayapura.